Pilkada dan Turbulensi Netralitas Birokrasi

Dwiyanto Indiahono, KORAN SINDO, Selasa, 11 Agustus 2020 – 06:15 WIB

“KETIKA dukung mendukung kandidat kepala daerah dianggap lazim oleh birokrasi, maka kecil kemungkinan akan lahirnya birokrasi yang profesional dan pro kepada publik. Garis finis reformasi birokrasi tidak semakin dekat, tetapi semakin jauh”.

Pertengahan bulan lalu, salah satu wakil bupati di Jawa Tengah mendeklarasikan dirinya siap menantang bupati petahana di arena pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Deklarasi ini bagi komunitas lain mungkin hal yang biasa, namun tidak bagi birokrasi. Birokrasi yang salah satu ciri utamanya dipimpin oleh aktor politik akan mengalami turbulensi pada aspek netralitas birokrasi. Turbulensi netralitas birokrasi ini menunjuk pada kondisi semakin sulit menjaga netralitas birokrasi di hari-hari ke depan hingga pilkada usai. Lebih Lengkap Klik Disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *